image
01 April 2018 | Bincang-bincang

Gayeng Semarang

Hoax atau April Mop?

  • Oleh Abu Su’ud

ASSALAMU’ALAIKUMWarahmatullahi Wabarakatuh. Pada zaman now seperti sekarang ini, peradaban manusia makin tidak sopan, makin tidak ada perasaan kemanusiaan, apalagi lembut. Salah satu gejala menarik adalah kemunculan ujaran-ujaran antikemanusiaan penuh kebencian. Orang berbohong, mengungkapkan dengan ujaran penuh permusuhan, yang dikenal sebagai hoax. Pada masa akhir penjajahan Belanda di Indonesia, bangsa Indonesia masih terbiasa menyatakan kebohongan, tetapi sama sekali tanpa kebencian seperti sekarang. Ada rasa humor di balik pernyataan kebohongan di antara kawan sejawat. Kebohongan itu lebih merupakan kata lain dari boong-boongan atau kibul-mengibul. Orang yang menjadi sasaran keboongan pun tidak pernah merasa disakiti. Itulah yang dimaksud sebagai April Mop oleh Google.

Tradisi April Mop merupakan kebutuhan hidup yang santai. April Mop merupakan bagian dari tradisi hidup yang santai yang nyaris merupakan sebuah izin untuk boleh berbohong. Ada dua jenis cara di masyarakat Barat dalam pelaksanaan April Mop. Di beberapa negara seperti Inggris, Australia, dan Afrika Selatan (kulit putih), lelucon itu hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Namun di tempat lain, seperti Kanada, Prancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat, lelucon bebas dimainkan sepanjang hari. Salah satu contoh dari perbuatan atau perilaku April Mop adalah kirim-mengirim kado yang bisa berupa bom atau mercon kecil yang meletus jika dibuka.

Karena itu, waspadalah sampai sore atau malam hari, jika ada kiriman kado dari saya. Siapa tahu hanya berisi letupan gas beracun. Atau, barangkali sebuah kado jenis ikan makarel yang belum ditarik dari peredaran. Apusi wae.

***

BAGAIMANAjika tradisi April Mop kita teruskan sebagai pengganti tradisi jahat seperti hoax?

Pantaskah kita membiasakan diri memperingati 1 April sebagai April Mop? Karena, tradisi semacam itu tidak menyalahi tradisi dalam budaya Jawa. Dalam seni dagelan di Jawa, para pemain sering ejek-mengejek yang tidak berbau ujaran kebencian. Itu biasa dikemukakan oleh para pemain seni tradisional. Kata salah seorang ustadz, Rasulullah SAW pun pernah menyatakan beberapa ungkapan “kebohongan” dengan maksud bergurau. Masih ingat cerita tentang seorang wanita tua yang bertanya apakah dia bisa masuk surga?

Dengan nada bergurau Rasulullah berkata, “Tidak ada wanita tua seperti Ibu di surga karena di surga Ibu akan kembali menjadi muda.” Lalu tertawalah ibu tua itu. Sekali waktu Rasulullah SAW bertanya, “Apakah ada anak unta kemari?” Para sahabat berkata, “Yang ada hanyalah seekor induk unta.” Lalu Nabi berkata, “Bukankah induk unta itu juga seekor anak?” Para sahabat pun tertawa oleh guyonan Rasulullah SAW. Sudah ya, Minggu ini jangan banyakbanyak ngobrol. Nanti dikira jadi ujaran kebencian. Wallahu’alam. Padahal semua merupakan ungkapan April Mop. Mana lebih menyenangkan? Ujaran kebencian atau hoax atau ujaran penuh guyonan April Mop? Ya, wallahu’alam. Sekian ya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(44)