image

SM/Antara - EVALUASI PROYEK STRATEGIS : Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) evaluasi proyek strategis nasional di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4). Hadir dalam ratas tersebut, antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil. (55)

17 April 2018 | Ekonomi - Bisnis

Jokowi Coret 14 Proyek Strategis Nasional

  • Senilai Rp 264 Triliun

JAKARTA  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini memiliki 222 daftar proyek strategis nasional (PSN) plus tiga program tambahan yang nilainya lebih dari Rp 4.100 triliun.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, total daftar PSN berasal dari hasil evaluasi pemerintah pada kuartal I 2018.

Dari hasil evaluasi, menurut Darmin, pemerintah memutuskan untuk mencoret 14 proyek dari daftar PSN yang nilainya Rp 246 triliun, dan terdapat tambahan satu usulan PSN serta satu program tambahan.

”Sehingga dari hitung-hitungan itu, di kuartal I 2018 dicoret 14 proyek, nilainya Rp 264 triliun,” kata Darmin seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4).

Dalam ratas tersebut, hadir juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, tercatat sebanyak 245 PSN ditambah dua program tambahan. Penetapan 222 plus tiga program tambahan sekarang itu disebabkan sebanyak 14 proyek dicoret, lalu ada 10 proyek yang sudah rampung, dan satu proyek tambahan serta satu program tambahan.

Hasil Evaluasi

Darmin mengatakan, 14 proyek yang dikeluarkan dari daftar PSN itu antara lain proyek kereta api Jambi-Palembang, pembangunan rel kereta api Provinsi Kalimantan Timur, proyek sistem penyediaan air minum regional di Sumatera Utara, kemudian Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, lalu Kawasan Ekonomi Khusus Merauke. Adapun dari hasil evaluasi kuartal I 2018, PSN yang akan selesai pada kuartal III 2019 sebanyak 48 proyek.

Proyek yang sudah dibangun namun belum beroperasi secara penuh sebanyak 94 proyek dan satu program kelistrikan. Kemudian, ada 86 proyek PSN dan satu program tambahan yaitu industri pesawat terbang mulai konstruksi dan beroperasi pada 2019.

Alasan pemerintah mengeluarkan 14 proyek dari daftar PSN karena seluruh proyek tersebut memang belum bisa direalisasikan. ”Perkembangannya berarti hampir tidak ada, itu bisa ada konstruksi paling lambat kuartal III 2019.

Kalau menterinya bilang susah deh, sederhana sekali dan menurut kami cukup masuk akal karena pemerintahan, ya silakan nanti pemerintahan berikutnya yang mengevaluasi lagi, yang sekarang ya sampai dengan ujung dari pemerintahan ini ya,” tegas Darmin.(sb,dtc-55)