17 April 2018 | Olahraga

Lubang di Sayap Pertahanan

SEMARANG- Menjalani empat pertandingan di Liga 1 2018, PSIS Semarang memiliki masalah di sektor sayap pertahanan. Semua gol yang bersarang ke gawang klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini berawal dari lubang yang dimanfaatkan lawan di sektor tersebut.

Termasuk gol PSMS Medan yang dicetak Frets Butuan pada pekan keempat di Stadion dr H Moch Soebroto, Kota Magelang, akhir pekan lalu.Masalah itu dicermati Pelatih Kepala PSIS Vincenzo Alberto Annese menjelang duel melawan Persija Jakarta pada pekan kelima, Jumat (20/4).

Persija punya pemain yang bagus di sisi lapangan. Sebut saja Riko Simanjuntak, Ramdani Lestaluhu plus dua wing back, Rezaldi Hehanusa di kiri dan Ismed Sofyan di kanan. ‘’Kami memahami banyak kritikan di sektor sayap pertahanan. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami. Kritikan yang masuk selama ini bagus, dan saya siap melakukan pembenahan,’’ ungkap Vincenzo, kemarin.

Selain Frets, ada tiga pemain lagi yang berhasil membobol gawang Jandia Eka Putra melalui tusukan dari sisi lapangan. Tiga pemain itu adalah Nicola Komazec (Bhayangkara FC) ditambah Wiljan Pluim dan Rizky Pellu (PSM Makassar).

Lampu Kuning

Fakta itu menjadi lampu kuning bagi Vincenzo. Persija yang menjadi lawan berikut punya winger yang cepat dan memiliki kemampuan melepas umpan akurat. Mereka memiliki diperkuat striker yang jago bola atas, yakni Marko Simic, Addison Alves, dan Bambang Pamungkas.

‘’Kami akan berbenah untuk mengantisipasi kekuatan Persija. Fokus pemain dalam 15 menit akhir babak pertama dan 15 menit awal paruh kedua juga menjadi catatan kami,’’ jelas juru latih berkebangsaan Italia ini. Vincenzo optimistis menatap partai kelima.

Sebagai tuan rumah, dia membiarkan Macan Kemayoran yang mencari tahu kekuatan Haudi Abdillah dan kawan-kawan. Melihat progres PSIS, winger Komarodin yakin timnya akan mampu memberikan penampilan terbaik pada laga-laga selanjutnya. Grafik naik itu merupakan hasil kerja keras dalam latihan yang diterapkan Vincenzo selama sebulan terakhir. ‘’Pelatih selalu menggelar evaluasi detail kepada kami agar kesalahan yang pernah dilakukan tak terulang lagi,’’ujar Komarodin.(mam, H85-16)