17 April 2018 | Olahraga

KEJAR REKOR TERSUBUR

MANCHESTER- Setelah mengunci titel juara Liga Primer Inggris, Manchester City kini mengejar rekor sebagai tim tersubur dalam semusim. The Citizens memenangi gelar ketika musim 2017-2018 menyisakan lima laga lagi.

Sejauh ini City mengoleksi 93 gol dari 33 pertandingan. Manchester Biru punya rata-rata 2,82 gol per partai. Rekor tim tersubur dalam satu musim Premier League masih dipegang Chelsea yang mencetak 103 gol pada musim 2009-2010. Vi n c e n t Kompany dan kawan-kawan butuh tambahan 11 gol untuk mengukir rekor anyar. Peluang untuk melewati pencapaian Chelsea terbuka lebar.

Apalagi Kompany dan kolega tinggal menghadapi tim-tim papan bawah, yakni Swansea City, West Ham United, Huddersfield Town, Brighton & Hove Albion, dan Southampton. Menjelang musim ini tutup layar, kekuatan lini depan The Citizens kembali utuh dengan kehadiran Sergio Aguero. Striker asal Argentina itu menduduki urutan ketiga dalam daftar top scorer sementara. Dia mengemas 21 gol, tertinggal sembilan gol di belakang Mohamed Salah (Liverpool).

Main Golf

Dalam pada itu, Manajer City Pep Guardiola tengah main golf ketika mendapat kabar timnya menjuarai Premiership, Minggu (15/4). Posisi Manchester Biru tak terkejar lagi selepas rival terdekat Manchester United ditumbangkan West Bromwich Albion 0-1. Pep bermain golf bersama putranya dan sejumlah teman. Aktivitas itu sudah dia rencanakan sebelumnya.

Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich ini tak menyangka skuadnya bisa menjadi kampiun lebih cepat. ‘’Dalam benak saya, Manchester United bakal mampu mengatasi West Brom. Tentu saja saya sangat gembira, karena kami meraih dua gelar musim ini,’’ungkap Pep. Perayaan gelar juara pun dilakukan secara online, lewat video call dan obrolan via ruang percakapan.

Pasalnya, sebagian besar pemain The Citizens sedang pulang kampung. ”Kami tak memperkirakan ini, kami saling kontak lewat Facetime, dan berbicara di ruang percakapan,’’ ujar Vincent Kompany. ”Entah bagaimana caranya, kami merayakan ini bersama-sama,” imbuhnya. Kompany menegaskan timnya masih perlu banyak bekerja keras untuk meningkatkan kualitas.

Di Liga Champions musim ini, mereka hanya sampai perempat final. ”Orang-orang bertanya apakah kami tim terbaik di sejarah Premier League, jawabannya adalah tidak. Bagi kami, masih banyak tugas yang harus dikerjakan,” tutur Kompany.(skysports, soccerway,A7-16)