image

SM/ M Abdul Rohman - PERIKSA KESEHATAN : Sejumlah anggota PPNI Wonosobo memeriksa kondisi kesehatan para penghuni Pondok Gila Yayasan Dzikrul Ghofilin di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, baru-baru ini. (41)

17 April 2018 | Suara Kedu

PPNI Periksa Kesehatan Penghuni Pondok Gila

WADASLINTANG  - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Wonosobo memeriksa kondisi kesehatan penghuni Pondok Gila Yayasan Dzikrul Ghofilin di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, baru-baru ini.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan agar 150 pasien gila di pondok tersebut mendapatkan perhatian lebih. Ketua DPD PPNI Wonosobo, Muhammad Fahrurozi menyebutkan, 150 pasien telah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis dari PPNI Wonosobo.

Desa Erorejo merupakan daerah yang berjarak lebih dari 30 kilometer dari pusat kota, sehingga kurang begitu tersentuh dalam hal pemeriksaan kesehatan maupun layanan pengobatan pusat kesehatan. ìPada momen ulang tahun ini, kami mencoba menyasar wilayah yang jauh dari keramaian sekaligus wilayah yang juga memiliki akses kendaraan sulit.

Ternyata kami rasa pondok gila ini merupakan sasaran kegiatan yang tepat untuk diberikan bantuan pengobatan gratis,î terang dia di sela-sela perayaan HUT Ke-44 PPNI Wonosobo saat pengobatan gratis bagi seluruh penghuni pondok gila milik Bu Utiyah, baru-baru ini. Menurut dia, alasan lain menyasar pondok gila di Desa Erorejo, karena Yayasan Dzikrul Ghpfilin belum memiliki donator tetap.

Selain itu, pondok gila yang menampung ratusan pasien tersebut juga tak memiliki ahli psikolog tetap yang membina maupun merehabilitasi para pasiennya. ”Hanya Ibu Utiyah sendiri yang membimbing karena memiliki latar belakang sebagai guru agama,” terang dia.

Disebutkan, kebanyakan penyakit yang diderita para penghuni pondok gila tersebut, yakni scabies atau gatal-gatal. Hal itu dikarenakan kurang terjaganya kebersihan dari masing tempat tidur pasien. ”Namanya juga orang yang kurang normal, kadang buang air kecil dan besar di sembarang tempat,î tandasnya.

Pemilik Pondok Gila, Utiyah mengaku, selama ini belum pernah ada donatur yang memberikan bantuan berupa pengobatan untuk seluruh pasien secara serentak.

ìKami sangat bersyukur. Semoga hal ini dapat memotivasi orang baik lainnya yang ingin membantu kami. Harapan kami kegiatan seperti ini juga bisa dilakukan secara rutin,î harap dia.(mar-41)

SMCETAK TERKINI