image

Foto: suaramerdeka.com / dok

17 April 2018 | 07:43 WIB | Wisata

Lima Mitos Traveling yang Sering Menghantui

JAKARTA, suaramerdeka.com -Kegiatan traveling saat ini sudah berubah menjadi kebutuhan hidup dan lifestyle hampir setiap orang. Hampir semua orang dari setiap lapisan sosial membutuhkan kegiatan bersenang-senang ini untuk memanjakan dirinya. Dengan gaya low budget atau high budget, traveling dilakukan hampir di setiap hari libur nasional dengan beragam tujuan, mulai dari dalam hingga luar negeri. 

Dengan berbagai kemudahan  layanan teknologi yang menawarkan tiket promo pada belakangan ini, menjadikan banyak dari pekerja yang meluangkan waktu untuk cuti berlibur ke tempat impian. Namun kadang keraguan juga datang menghampiri beberapa orang sehingga rencananya untuk traveling selalu menemui jalan buntu. 

Mungkin juga karena informasi yang mereka dapatkan dari beragam media akhirnya membuat mereka khawatir untuk pergi dan akhirnya munculah mitos-mitos yang selalu menghambat rencana traveling. Apa saja kira-kira mitos traveling yang sering dipikirkan oleh traveler? Sebagaimana dijelaskan Febrian, traveler yang telah mencatatkan namanya sebagai salah satu pengembara di Indonesia, ada beberapa mitos yang acap menghantui seorang pejalan.

Berikut daftarnya:

Mitos 1: Traveling Itu Sangat Mahal

Traveling mewah itu akan sangat bagus untuk orang-orang yang sudah pensiun, menikmati ragam fasilitas mewah, makanan serba mahal, juga berwisata dengan gaya. "Beruntungnya Anda tidak harus menunggu untuk pensiun untuk melakukan itu semua dengan menyesuaikan budget yang Anda punya," ujar Febrian di Jakarta, Senin (16/4).

Dia mencontohkan, masyarakat misalnya, bisa mencari di laman m.traveloka.com/tiket-pesawat ataupun dengan program yang diadakan oleh maskapai penerbangan tiap bulannya. Dengan gaya low budget tentu publik bisa traveling ke manapun dan kapanpun tanpa perlu khawatir dengan biaya ekstra.

Mitos 2: Dunia Itu Berbahaya

Jangan khawatir dengan bahaya dan lebih dipersiapkan untuk menanggulanginya. "Bahkan ketika Anda berada di rumah atau kota tempat tinggal saja juga selalu ada bahaya. Namun hal-hal baik di luar sana ternyata bisa lebih banyak ditemui," imbuh Febrian.

Dia mengatakan, lebih baik, matikan televisi yang sering memberitakan hal-hal buruk yang membuat khawatir. Asalkan dipersiapkan dengan benar dan berhati-hati ketika traveling, semua akan menjadi aman-aman saja.

Mitos 3: Susah Mencari Kerja di Luar Negeri

Orang Indonesia memang rata-rata menginginkan hadir ke kantor ketika kerja. Tapi jika bisa bernegosiasi dengan atasan dan bertanggung jawab dengan setiap pekerjaan, harusnya pekerjaan bisa dilakukan di mana saja.  Atau jika memang tidak berhasil, cari saja pekerjaan di luar negeri. Cari sebuah forum, belajar bahasa setempat dan dapatkan kesempatan itu. Lumayan untuk menambah biaya perjalanan .
 
Mitos 4: Orang-Orang Terlalu Khawatir

Bila berpergian terlalu jauh, keluarga biasanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Larangan untuk tidak pergi dari anggota keluarga atau teman ini sebenarnya wajar-wajar saja, tapi dengan memberikan pengertian kepada mereka pasti akan mendapatkan restu.  Atasi rasa khawatir mereka dengan memberikan jadwal dan rute perjalanan, nama hotel, dan informasi lainnya agar mereka juga bisa mengawasi sekaligus menghubungi kita bila ada keperluan. Oleh-oleh misalnya.

Mitos 5: Menghambat Karier

Hidup itu cuma sekali dan terkadang kita harus meninggalkan pekerjaan  dan segala rutinitas hidup. "Tapi percayalah, traveling itu benar-benar memberi manfaat dan Anda akan fresh setelah kembali dari tempat liburan. Bepergian ke tempat baru tentu Anda akan mendapatkan hal-hal baru bahkan membuat Anda jadi lebih kreatif. Untuk hal ini kami berani kasih garansi," pungkas Febrian.

(Benny Benke /SMNetwork /CN26 )